Kunjungan Industri 2014

Kunjungan industri 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 25-31 Agustus 2014 dengan tujuan Industri yang ada di Jawa Timur dan Bali. Pada tanggal 25 Agustus 2014 pukul 11.00 dimulai dengan pembukaan dan pelepasan peserta kunjungan industri oleh wakil dekan bidang akademik bapak Sigit.

PT Tjiwi Kimia

            PT Tjiwi Kimia ini merupakan salah sat prodsen kertas besar yang ada di Indonesia dengan pasar yang telah mencapai berbagai negara di Asia bahkan di benua lain. Awalnya pabrik ini merupakan pabrik soda yang kemudian dikembangkan menjadi pabrik kertas dengan 2 mesin kertas pada tahun 1978. Pada 2007 mesin kertasnya menjadi 13 unit ditambah mesin converting dengan jumlah karyawan 12 ribu orang. Bahan baku utama pembuatan kertas ini 80% nya adalah pulp kertas dengan serat pendek dan panjang serta wast paper (kertas bekas).  Sedangkan 20% berupa resin, clay, tapioka, pewarna. Pulp yang digunakan dalam pabrik ini tidak dibuat sendiri oleh pabrik tetapi didatankan dari pabrik lain. Pulp ini merupakan serat kayu yang dapat disebut bubur kayu. Pengemasan pulp ini berbentuk kotak balok.

            Dalam satu unit mesin kertas yang disebut PM, terdapat satu set mesin- mesin dan managemen untuk membuat kertas dari berupa pulp hingga menjadi gulungan kertas yang besar. Proses pembuatan kertasnya sendiri menggunakan mesin dengan pengendali manusia menggunakan komputer. Dari gulungan kertas yang besar dan panjang (jumbo roll), dapat langsung dijual ke user atau dapat diolah sendiri oleh pabrik menjadi kertas ukuran yang lebih kecil atau produk kertas lainnya. PT Tjiwi Kimia juga mengolah gulungan kertas menjadi produk buku tulis (converting), tas kertas, plastik film, cover, kertas pembungkus, serta kertas ukuran kecil (hvs). Dalam pembuatan produk buku tulis dilakukan oleh mesin sehingga efektifitasnya tinggi.

Minyak Kayu Putih

Kunjungan minyak kayu putih ini dilakukan di pabrik manyak kayu putih Perhutani Unit II Jawa Timur. Pada kunjungan kali ini, kami dapat belajar tentang proses penyulingan kayu putih, dari yang masih berbentuk daun hingga penanganan limbah cairnya.

            Kapasitas produksi dari pabrik ini adalah 30 per hari dengan masa panen 9 bulan sekali. Di pabrik ini terdapat 4 boiler untuk memasak kayu putih. Dengan sistem uap, daun- daun minyak kayu putih disuling hingga menghasilkan minyak yang layak dijual. Saat rombongan datang, para pekerta pabrik sedang mempersiapkan daun- daun kayu putih untuk di cetak pada sumur bawah tanah sebelum dimasukkan pada boiler. Penguapan dapat mencapai 4 jam proses. Di pabrik ini menggunakan kulit batang pohon kayu putih untuk menutup celah pada tutup boiler. Setelah itu, uang akan keluar melalui pipa- pipa dan disalurkan pada konderser yang berfungsi sebagai pendingin. Pendingin yang digunakan yaitu cooling tower yang dilengkapi dengan kipas yang dapat mengatur air agar lebih cepat mendinginkan.

Pabrik Lak Perhutani Probolinggo

            Pabrik ini berdiri pada tahun 1957. Selain mengolah Lak, pabrik ini juga mengolah kopal. Lak merupakan hasil hutan non  kayu yang berupa getah dari kolaborasi kutu lak dengan pohon kesambi, ploso. Ada beberapa jenis kutu lak dari beberapa negara dan tentunya memiliki kualitas yang berbeda pula. Di pabrik lak ini memproduksi lak batang yang di peroleh dari Jawa Timur. Ada dua kualitas lak batang, yaitu A1 dan A3. A1 merupakan lak batang dengan persen penutupan lak di batang 90% dan sehat, sedangkan yang A3 lak pada batang sedikit. Proses pengolahan lak batang menjadi lak butiran yaitu dengan memisahkan lak dari batangnya dengan mesin cruser. Setelah itu lak diayak dan dimasukkan ke dalam bak perendam. Pada perendaman ini digunakan bak dengan kapasitas 40 kg/ bak serta diberi tambahan soda. Penambahan soda ini bertjuan untuk memisahkan kotoran dengan laknya. Setelah perendaman selama 20 jam dan diputar. diaduk selama 1 jam, lak dibilas menggunakan air bersih. Pembilasan ini menggunakan bak poliser dan diaduk/ diputar selama 15 menit. Pembilasan ini berguna untuk menghilangkan warna merah. Kemudian dilakukan penggaraman lak serta pembilasan yang kedua. Hal ini dilakukan untuk memisahkan kotoran dengan butiran lak. Bila lak sudah bersih, lak diperas dengan mesin untuk mnghilangan airnya. Setelah itu lak di jemur dengan diangin- anginkan di dalam ruangan. Alasan mengangin- anginkan di dalam ruangan adalah karena lak sendiri akan meleleh saat terkena panas yang berlebih apalagi terkena matahari langsung. Pengeringan ini dilakukan selama 7 hari.

Kutai Timber Indonesia (KTI)

Kutai Timber Indonesia merupakan pabrik yang membuat kayu lapis, pelet kayu yang bahan bakunya dari Kalimantanberbagai jenis kayu. Dari kunjungan rombongan KI, kami diajak untuk mengikuti proses pembuatan kayu lapis. Sistem penampungan kayu yang digunakan adalah log pond (dalam air) karena lokasi pabrik yang berada di pelabuhan. Kayu yang telah dipilih dilakukan pemotongan dengan panjang tertentu menggunakan mesin otomatis. Selanjutnya kayu dibersihkan dari kulit batangnya dan dicuci. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran serta kadar garam yang ada di kayu untuk meminimalkan kerusakan mesin pemroses. Kayu yang sudah bersih dimasukkan ke dalam mesin pengupas untuk memperoleh lebaran venir dengan ketebalan yang diinginkan. Setelah itu lembaran kayu dikeringakan menggunakan driyer. Kayu kemudian dilapis menurut pesanan (3 lapis atau 5 lapis up). Pemeberian perekat dan pengepresan dilakukan otomatis oleh mesin. Setelah kayu lapis keluar dari mesin, akan dicek kualitas dan cacat yang terjadi. Pengerjaan ini dilakukan olah tenaga manusia. Apabila kayu lapis mengalami cacat maka harus dilakukan mendempulan, bila tidak akan langsung masuk ke proses selanjutnya. Setelah kayu lapis jadi, bebas dari cacat atau sudah didempul, kayu lapis siap di kemas dan di kirim ke pemesan.

PT Mustika Bahana Jaya

            Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergelut di bidang kayu lapis, kayu laminasi, serta merambah dalam bidang pertanian. Banyak karyawan yang berasal dari alumni kehutanan UGM. Dalam kunjungan ini kami diajak berkeliling melihat bagaimana proses pembuatan papan laminasi. Kayu yang digunakan berupa Sengon, Pinus. Pertama kau dipotong dan dibersihkan dari kulitnya. Pembersihan kulit ini dapat dengan cara penggergajian kulit. Setelah itu kayu dibelah untuk mendapatkan ketebalan tertentu sesua dengan yang dibutuhkan. Kayu dibelah dan dipotong- potong dengan ketebalan dan lebar tertentu. Kayu juga perlu diawetkan untuk meningkatkan nilai dan kualitas kayu itu sendiri. Setelah diperoleh potongan kayu yang sesuai, kayu dibawa menuju proses seleksi dan penghalusan. Ptongan kayu dihaluskan menggunakan mesin amplas. Seleksi kayu ini untuk memperoleh kayu kualitas tertentu dan membedakan kelas kualitasnya. Serta mendempul kayu yang memiliki persen cacat tertentu. Potongan kayu tersebut akan diberi perekat pada ujung- ujungnya untuk memperoleh panjang kayu tertentu. Untuk mendapatkan papan laminasi, kayu laminasi yang panjang- panjang tadi disambungkan dan diberi tekanan agar perekat dapat menyatu. Apabila tebal yang diinginkan belum sesuai, maka dapat direkatkan lagi dengan papan laminasi lainnya untuk tebal yang diinginkan. Penyambungan ujung balok kayu di perusahaan ini dengan cara finger joint. Perusahaan ini menggunakan tenaga mesin dan tenaga manusia.

Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

            Di TNBB rombongan disambut di aula kantor TNBB kemudian diajak ke penangkaran Jalak Bali. Jalak bali merupakan burung endemik bali yang sekrang mulai langka di habitat aslinya. Beralasan hal tersebut pihak TNBB melakukan penangkaran untuk kemudian beberapa darii hasil tangkaran akan dilepaskan ke habitat aslinya. Burung ini cenderung hidup berkelompok. Kunjungan di TNBB ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil hutan non kayu yang berupa satwa yang memiliki nilai besar terhadap kelestarian dan keseimbangn ekosistem.

Mangrove Denpasar

Kawasan mangrove Denpasar ini sudah berkembang menjadi lokais wisata yang dikunjungan oleh berbagai kalangan. Baik dari wisatawan lokal maupun mnca negara, dari yang muda, anak- anak ataupun dewasa. Dari tujuannya berkunjung pun berbeda- beda ada yang berkunjung untuk rekreasi, untuk studi, untuk liputan berita, untuk foto pre-weding pun ada. Di mangrove ini terdapat jenis- jenis tumbuhan bakau serta dihuni oleh satwa- satwa. Saat berkunjung banyak ditemukan jenis- jenis burung yag beum tahu namas spesiasnya serta hewan air lainnya. Mangrove Bali ini juga memiliki persemaian mangrove yang merupakan penyedia bibit mangrove untuk Jawa dan Bali.

Lampiran 1

 

SUSUNAN PANITIA

Pelindung            : Dekan Fakultas Kehutanan UGM

                             Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc

  Penasihat              : KepalaBagianTeknologiHasilHutanfakultasKehutanan UGM

                               Dr. Joko Sulistyo, S.Hut., M.Sc

Penanggung Jawab:Ketua Forestech

Dek Krishna RimbaPrabhu

Ketua                                : Irwansyah

Sekretaris              : Devi AyuWardani

Bendahara     : Lukas ViktoriusDuha

SieAcara : Istitamirafajrin SieHumas : YoggiRisandyKaito
: Esther Dyah a. : AlfianNurFalah
: ErsadaritaSembiring B. : M.Aulia Umar
: Novena PuteriTiyasa
Sie PDD : Alan Cahya SieKonsumsi : Andrianto Budi P.
: BagusWisnu P : DewandaSekarPutri
: BernadettaIka P. : David Usman
: Mohammad Ludfiwidya
SiePerlengkapan : KresnaBayuAji
  : GiovaniGoria
  : Aufa

Master Of Ceremony : Dian YuanitaWulandari
: Dek Krishna RimbaPrabhu

Lampiran 2

SUSUNAN ACARA

 

                                                                                                                                 

Rundown Seminar Hasil Kunjungan Industri

Jam Kegiatan
14.30-14.45 Pembukaan
Doa pembukaan
14.45-15.10 Sambutan ketua panitia
Sambutan ketua forestech
Sambutan kepala jurusan bagian THH
15.10-15.15 Ice breaking
15.15-15.40 Presentasi Sie Acara KI
15.40-16.10 Presentasi hasil pengamatan
16.10-16.15 Ice breaking
16.15-16.30 Tanggapan dosen
16.30-16.40 Penayangan video  dokumentasikunjungan
16.40-16.50 Pembagian doorprize
16.50-17.00 Penutup
Doa penutup
17.00-17.15 Foto bersama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3

RANCANGAN ANGGARAN

Pemasukan
DKLM 300000
DPLM  300000
Total Pemasukan 600000
Pengeluaran
Kesekretariatan
Print & Stofmap 4000
Print materi seminar 17000
Surat undangan 2760
PDD
Banner (3.5*1 m), Poster, Stiker 79000
Konsumsi
Air mineral (2*16500) 33000
Box snack (100*440) 44000
Snack dosen 22000
Snack peserta 164000
Ades (3*2500) 7500
Perlengkapan
Buah pks 35000
Kertas Payung & Paku Pines 3400
Total Pengeluaran 411660
Dana Sisa sebesar Rp. 188340
Dialihkan ke kegiatan selanjutnya

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI ACARA

Registrasi Peserta

Pembukaan Oleh MC

   Rivew oleh Dosen Bpk.Ganis Lukmandaru

Peserta Seminar hasil Kunjungan Industri Besar Forestech 2014  Pemberian Doorprize kepada salah satu penanya

SESI FOTO BERSAMA “ Panitia Seminar Hasil Kunjungan Industri Dan Dosen Rievewer”