Eco-Industrial Visit (E-IT) 2015: Be An Entrepreneur with L.O.V.E. (Bagian 2)

PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia

            Kunjungan ketiga dilakukan di PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia. PT. YMMI merupakan salah satu perusahaan pembuat alat musik berbahan dasar kayu yang didirikan pada Februari 1998 dan merupakan salah satu perusahaan yang menyuplai gitar dengan harga yang ekonomis, tetapi memiliki kualitas yang tinggi. Dalam setaun, PT. YMMI dapat memproduksi 800.000 unit gitar.

PT.YMMI memiliki bebrapa aktivitas yang merupakan cirri khas dari perusahaan tersebut. Aktivitas yang ada di PT. YMMI, antara lain, 5S Activity yaitu  seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke yang dalam bahasa Indonesia berarti ringkas, rapih, resik, rajin dan rawat. Kelima aktivitas tersebut bertujuan untuk mencegah pemborosan dan bekerja secara lebih efektif. Yamaha Productive Management di tekankan untuk mengefektifkan bahan baku kayu dan meminimalkan limbah kayu yang dihasilkan. Kaizen yang merupakan perbaikan atau usulan (inovasi) dari karyawan, training dan Skill Up serta aktivitas yang lain.

PT YMMI selau berusaha untuk mengembangkan kemampuan pekerja dengan training dan testing. Ada program testing multi kemampuan dimana beberapa orang dilatih dan dites untuk bisa bekerja di setiap proses pembuatan. Selain itu PT. YMMI menerapkan prinsip tentang quality, environment, healt and safety.

Bahan baku kayu yang digunkan untuk membuat gitar berasal dari Indonesia (lokal) dan dari luar negeri (import). Kayu dari Indonesia yang digunakan antara lain Nyatoh, Sonokeling, Mahoni, Pinus, Jabon Merah dan plywood. Sedangkan kayu import yang digunakan adalah kayu alder, maple dan cyprus.

_DSC0344

 

Pusat Perlebahan Nasional

            Pusat Perlebahan Nasional (Pusbahnas) merupakan suatu bagian dari Perum Perhutani yang memproduksi madu. dari areal pengolahan di kebun perlebahan Parung Panjang Bogor, Regaloh, dan lokasi lainnya di hutan Jawa Tengah. Produksi madu ditujukan untuk konsumen langsung, maupun untuk industri dan sebagian lainnya diolah menjadi air minum madu dalam kemasan.

Lebah yang diternakan antara lain Apis cerana dan Apis mellifera. Sistem ternak lebah yang diterapkan Perhutani adalah sistem tidak menetap (berpindah). Lebah digembalakan secara berpindah-pindah mengikuti musim pembungaan tanaman. Jenis tanaman yan biasa digunakan sebagai pakan lebah adalah kelengkeng, multiflora, dan bunga liar. Pemindahan lebah dilakukan pada malam hari.

Keunutngan pembudidayaan lebah madu antara lain, hasil perlebahan berupa madu, pollen, dan royal jelly, merupakan bahan makanan bernilai gizi tinggi dan ekonomi tinggi. Hasil perlebahan lainnya berupa propolis dan lilin merupakan bahan kosmetik yang bernilai  ekonomi tinggi. Lalu, lebah madu adalah jenis serangga yang membantu penyerbukan tanaman yang dapat meningkat hasil pertanian.

Produk yang dihasilkan, selain madu dalam kemasan ada juga sabun baik acair maupun sabun batangan. Untuk madu dalam kemasan pun, memiliki banyak varian rasa, diantaranya kelengkeng, multiflora, dan bunga liar.

_DSC0532

 

 

PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

PT. Indah Kiat Pulp & Paper  yang berlokasi di Jl. Raya Serpong No. 8 merupakan industri yang didatangi pada Kunjungan Industri 2015 sebelum berkunjung ke Sumatera. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembuatan kertas warna. PT. Indah Kiat Pulp & Paper didirikan oleh Mr. Soetopa Jananto pada tahun 1976. Lalu pada tahun 1986 menjadi Sinarmas Acquiret. Kemudian di tahun 1998 mulai memproduksi kertas berwarna. Pada tahun 2008 secara keseluruhan kegiatan produksi 100% difokuskan pada pembuatan kertas warna dan sudah tidak memproduksi kertas putih lagi.

Produk yang dihasilkan PT. Indah Kiat & Pulp berupa Sinar Tech, Sinar Spectra, Sinarcolour, Paperline, Amplop, Loose Leaf, Cube Memo, Twisted Memo, dan Kokoro. PT. Indah Kiat Pulp & Paper memiliki 3 pabrik, yang berlokasi di Sumatera (1 pabrik) dan Jawa (2 pabrik), yaitu di Serang dan Tangerang. Pabrik yang berlokasi di Sumatera memproduksi kertas. PT. Indah Kiat Pulp & Paper juga memiliki hutan buatan berlokasi di Sumatera yang digunakan sebagai sumber bahan baku produksi pulp dan paper. PT. Indah Kiat Pulp & Paper memiliki 1.200 karyawan.

PT. Indah Kiat Pulp & Paper memiliki Sertiifikat ISO dan beberapa sertifikasi dari beberapa instansi yang bergerak dibidangnya. Sertifikat yang telah didapat oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. adalah:

1.      ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan

2.      ISO9001 tentang Standard Manejemen Mutu (Kualitas)

3.      ISO18001 (OHSAS) tentang Manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

4.      Halal Certification

5.      ISO 26000 tentang Social Responsibility

6.      ISO50001 tentang Sistem Manajemen Energi

7.      CoC- PEFC tentang Lacak Balak

_DSC0672

 

Taman Nasional WayKambas

Pada kegiatan Kunjungan Industri 2015 dengan tema Eco- Industrial Visit, salah satu tempat yang dikunjungi ialah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.  Tujuan kami mengunjungi Taman Nasional Was Kambas yang terkenal dengan pusat konservasi gajah adalah untuk melihat kawasan konservasi disana. Selain itu, rekan-rekan rimbawan yang mengikuti acara Eco- Industrial Visit diharapkan dapat mengungkap potensi hasil hutan bukan kayu di Taman Nasional Way Kambas.

Taman Nasional Way Kambas memiliki mitra LSM NGO yang mana dapat membantu dalam perkembangan dan pengelolaan Taman Nasional Way Kambas diantaranya LSM KEHATI (Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia) , YAPEKA (Yayasan Pendidikan Konservasi Alam) , TFCA (Tropical Forest Conservastion Action Sumatera). Desa yang berdekatan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) ini sedang berkembang menjadi kawasan ekowisata berbasis desa melalui pendampingan dari LSM YAPEKA (Yayasan Pendidikan Konservasi Alam) , mitra program KEHATI, dan TFCA.

Eco- Industrial Visit menjadi wadah bagi teman-teman rimbawan bulaksumur untuk mendapatkan informasi mengenai bidang dunia kehutanan. Perjalanan yang ditempuh selama satu minggu merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Hutan. Tidak hanya kunjungan pabrik industri, seorang rimbawan sejatinya wajib mengetahui pengetahuan-pengetahuan tentang dunia kerja di bidang kehutanan seperti bidang pengelolaan dan kawasan konservasi.

Selama satu hari (27 Agustus 2015), peserta Eco- Industrial Visit melakukan perjalanan ke Taman Nasional Way Kambas. Hutan konservasi seluas lebih dari 125.000 hektare ini memiliki jumlah ekosistem yang besar mulai dari hutan mangrove, rawa, dataran rendah, hingga hutan tanah kering. Di dalamnya juga tersimpan banyak potensi flora dan fauna. Salah satunya adalah Pusat Konservasi Gajah yang menjadi satu-satunya tempat konservasi gajah di Sumatera dan ada juga pengembangan suaka rhino sumatera di Taman Nasional Way Kambas merupakan penangkaran Badak Sumatera.

Ekowisata desa merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat terlibat dalam proses konservasi. Yayasan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) berkonsentrasi membangun masyarakat untuk dapat ikut merasakan manfaat adanya taman nasional yang berbatasan langsung dengan desa mereka. Pengembangan ekowisata dapat mendorong kontribusi masyarakat untuk sama- sama menjaga kelestarian taman nasional. _DSC0888_DSC0981

 

Advertisements

Eco-Industrial Visit (E-IT) 2015: Be An Entrepreneur with L.O.V.E. (Bagian 1)

 

Kunjungan Industri Besar, atau bisa disebut Kaisar, merupakan kegiatan annual yang selalu dilakukan oleh Forestech secara rutin. Pada kepengurusan ini, Kaisar 2015 diadakan dari tranggal 23 sampai 29 Agustus 2015, di beberapa industri besar di Jakarta dan Jawa Barat dan berakhir di tanah Sumatera, tepatnya di Lampung. Dengan bertajuk Eco-Industrial Visit (E-IT) 2015, kunjungan ini mengusung tema be an entrepreneur with L.O.V.E., di mana L.O.V.E. di sini merupakan akronim dari learning, observation, vocation dan experience. Hal ini berkaitan dengan keinginan kami untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship yang mumpuni untuk  mahasiswa Teknologi Hasil Hutan dan mahasiswa secara umum agar mampu berkompetisi di dunia kerja nanti.

PT. Indo Creative Mebel

PT. Indo Creative Mebel  yang berlokasi di Jl. Kruing III No. 5B – 5C, Kawasan Industri Delta Silicon Block L-8, Lippo Cikarang, Bekasi 7530, Jawa Barat merupakan tempat pertama yang didatangi pada Kunjungan Industri 2015 ini. Perusahaan ini yang bergerak dalam bidang industri mebel bekerja sama dengan salah satu brand ternama di Asia, yaitu Cellini.

Cellini didirikan oleh Mr. Tan Cheng Whatt seorang lulusan metalurgi pada tahun 1986. Hingga saat ini industri yang sudah berumur 28 tahun telah memiliki 57 store di Asia, yang tersebar Singapura (5 stores), Indonesia (10 stores + 12 franchise), Malaysia (7 stores + 5 franchise), Taiwan (21 stores) .

PT. ICM merupakan salah satu industri yang mengaplikasikan sistem vertically integrated. Disebut vertical intergrated karena semua komponen yang digunakan untuk memproduksi mebel dibuat sendiri di pabrik tersebut yang terbagi ke dalam 5 divisi produksi, yaitu divisi kayu solid, divisi metal, divisi paneling dan divisi upholstery. Namun untuk produk berbahan papan partikel, bahan masih di import dari Thailand dan perusahaan lain di Indonesia.

Kelebihan PT. ICM dari perusahaan lain adalah terdapat sand casting foundry, yang mana belum ada perusahaan lain yang menciptakan design dari alumunium murni. Cellini mengolah metal (meleburkan logam) dari awal pembuatan, sehingga bisa berkreasi sendiri._DSC0149

 

 

Museum Kehutanan Manggala Wanabakti

            Museum ini terletak di dalam kompleks Kementrian Kehutanan, yang terletak di samping kompleks Gedung MPR/DPR. Museum ini memiliki sebanyak 883 artefak. Yang dipamerkan di dalam dan di luar gedung berjumlah 529. Di dalam museum dapat ditemukan koleksi berupa berbagai jenis kayu yang dapat ditemukan di hutan- hutan Indonesia, seperti kayu jati, kayu meranti, dan lain- lain. Selain koleksi kayu, terdapat juga koleksi foto- foto beserta penjelasan mengenai berbagai jenis dan tipe hutan yang ada di Indonesia.

Museum Kehutanan merupakan satu- satunya museum kehutanan yang berada di Provinsi DKI Jakarta. Berdiri atas harapan rimbawan akan adanya pusat iformasi dan dokumentasi kehutanan, yang merekam sejarah perjalanan kehutanan bangsa Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kehutanan. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1983 oleh Presiden RI yang kedua, yakni Bapak Soeharto.

Dalam kunjungan ke Museum Kehutanan, diadakan diskusi dengan Bapak Murdiyono selaku sekjen PDAS HL mengenai penanganan banjir di Jakarta. Menurut Bapak Murdiyono, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Jakarta masih mengalami banjir, antara lain:

1.      Pola DAS yang memanjang

2.      Kurangnya daerah resapan air

3.      Perangkat masyarakat seperti RT/ RW yang tidak dipatuhi

4.      Alih fungsi sungai menjadi pemukiman warga

Salah satu program yang pernah dilakukan di beberapa daerah adalah dengan membuat pipa resapan. Namun tidak sepenuhnya berhasil mengingat kondisi bawah tanah Jakarta yang memang dangkal.

Kemenhut juga mengadakan program untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan. Program tersebut merupakan Program Sosial dan Kemitraan Lingkungan, yang mana kemenhut membangun hutan kemasyarakatan dengan tujuan agar hutan tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat agar tidak memanfaatkan hutan secara illegal dan justru menganggap hutan sebagai sumber hidupnnya.

Museum Kehutanan juga melakukan kegiatan rehabilitasi dengan cara mengkonservasi tanah dan air melalui sistem vegetasi yaitu pengunaaan tumbuhan sebagai alat dalam mengelola keseimbangan tanah dan air. Maksudnya menggunakan akar-akar tanaman untuk meningkatkan kepadatan tanah.

_DSC0255

 

_DSC0225

 

 

Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu

            Di tempat penginapan kami di Bogor, kami kedatangan tamu istimewa, yakni Bapak Hendy Saputra yang merupakan alumni dari Teknologi Hasil Hutan. Beliau menjadi pembicara untuk diskusi materi mengenai SVLK di Indonesia.

SVLK dimulai sejak tahun 2003, tetapi ditetapkan tahun 2009 dan mulai digaungkan sejak 2 tahun terakhir (2013). Luas Indonesia adalah 189,31 juta hektar dengan kawasan hutan 63%. Dengan luas yang sangat besar, salah satu ancaman bagi sektor kehutanan Indonesia adalah illegal logging. Kasus illegal logging tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan 1705 kasus. Untuk mencegah hal tersebut, terdapa 2 pendekatan, yakni pendekatan kasar denganancaman hukuman; dan pendekatan halus dengan SVLK.

SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) adalah pembinaan dan verifikasi pihak ketiga, selain buyer dan seller. SVLK merupakan sistem yang menjamin kelestarian pengelolaan hutan dan atau legalitas kayu serta ketelusuran kayu melalui Sertifikasi Penilaian PHPL, Sertifikasi LK, Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP).  DKP bukan sebuah sertifikasi melainkan hanya pernyataan dari pemilih hutan rakyart bahwa kayu yang ditebang adalah kayu yang berasal dari hutan pribadi. Adanya DKP bertujuan untuk mempermudah petani yang ingin menjual kayunya.

DSC_0295

 

DSC_0291