Eco-Industrial Visit (E-IT) 2015: Be An Entrepreneur with L.O.V.E. (Bagian 2)

PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia

            Kunjungan ketiga dilakukan di PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia. PT. YMMI merupakan salah satu perusahaan pembuat alat musik berbahan dasar kayu yang didirikan pada Februari 1998 dan merupakan salah satu perusahaan yang menyuplai gitar dengan harga yang ekonomis, tetapi memiliki kualitas yang tinggi. Dalam setaun, PT. YMMI dapat memproduksi 800.000 unit gitar.

PT.YMMI memiliki bebrapa aktivitas yang merupakan cirri khas dari perusahaan tersebut. Aktivitas yang ada di PT. YMMI, antara lain, 5S Activity yaitu  seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke yang dalam bahasa Indonesia berarti ringkas, rapih, resik, rajin dan rawat. Kelima aktivitas tersebut bertujuan untuk mencegah pemborosan dan bekerja secara lebih efektif. Yamaha Productive Management di tekankan untuk mengefektifkan bahan baku kayu dan meminimalkan limbah kayu yang dihasilkan. Kaizen yang merupakan perbaikan atau usulan (inovasi) dari karyawan, training dan Skill Up serta aktivitas yang lain.

PT YMMI selau berusaha untuk mengembangkan kemampuan pekerja dengan training dan testing. Ada program testing multi kemampuan dimana beberapa orang dilatih dan dites untuk bisa bekerja di setiap proses pembuatan. Selain itu PT. YMMI menerapkan prinsip tentang quality, environment, healt and safety.

Bahan baku kayu yang digunkan untuk membuat gitar berasal dari Indonesia (lokal) dan dari luar negeri (import). Kayu dari Indonesia yang digunakan antara lain Nyatoh, Sonokeling, Mahoni, Pinus, Jabon Merah dan plywood. Sedangkan kayu import yang digunakan adalah kayu alder, maple dan cyprus.

_DSC0344

 

Pusat Perlebahan Nasional

            Pusat Perlebahan Nasional (Pusbahnas) merupakan suatu bagian dari Perum Perhutani yang memproduksi madu. dari areal pengolahan di kebun perlebahan Parung Panjang Bogor, Regaloh, dan lokasi lainnya di hutan Jawa Tengah. Produksi madu ditujukan untuk konsumen langsung, maupun untuk industri dan sebagian lainnya diolah menjadi air minum madu dalam kemasan.

Lebah yang diternakan antara lain Apis cerana dan Apis mellifera. Sistem ternak lebah yang diterapkan Perhutani adalah sistem tidak menetap (berpindah). Lebah digembalakan secara berpindah-pindah mengikuti musim pembungaan tanaman. Jenis tanaman yan biasa digunakan sebagai pakan lebah adalah kelengkeng, multiflora, dan bunga liar. Pemindahan lebah dilakukan pada malam hari.

Keunutngan pembudidayaan lebah madu antara lain, hasil perlebahan berupa madu, pollen, dan royal jelly, merupakan bahan makanan bernilai gizi tinggi dan ekonomi tinggi. Hasil perlebahan lainnya berupa propolis dan lilin merupakan bahan kosmetik yang bernilai  ekonomi tinggi. Lalu, lebah madu adalah jenis serangga yang membantu penyerbukan tanaman yang dapat meningkat hasil pertanian.

Produk yang dihasilkan, selain madu dalam kemasan ada juga sabun baik acair maupun sabun batangan. Untuk madu dalam kemasan pun, memiliki banyak varian rasa, diantaranya kelengkeng, multiflora, dan bunga liar.

_DSC0532

 

 

PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

PT. Indah Kiat Pulp & Paper  yang berlokasi di Jl. Raya Serpong No. 8 merupakan industri yang didatangi pada Kunjungan Industri 2015 sebelum berkunjung ke Sumatera. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembuatan kertas warna. PT. Indah Kiat Pulp & Paper didirikan oleh Mr. Soetopa Jananto pada tahun 1976. Lalu pada tahun 1986 menjadi Sinarmas Acquiret. Kemudian di tahun 1998 mulai memproduksi kertas berwarna. Pada tahun 2008 secara keseluruhan kegiatan produksi 100% difokuskan pada pembuatan kertas warna dan sudah tidak memproduksi kertas putih lagi.

Produk yang dihasilkan PT. Indah Kiat & Pulp berupa Sinar Tech, Sinar Spectra, Sinarcolour, Paperline, Amplop, Loose Leaf, Cube Memo, Twisted Memo, dan Kokoro. PT. Indah Kiat Pulp & Paper memiliki 3 pabrik, yang berlokasi di Sumatera (1 pabrik) dan Jawa (2 pabrik), yaitu di Serang dan Tangerang. Pabrik yang berlokasi di Sumatera memproduksi kertas. PT. Indah Kiat Pulp & Paper juga memiliki hutan buatan berlokasi di Sumatera yang digunakan sebagai sumber bahan baku produksi pulp dan paper. PT. Indah Kiat Pulp & Paper memiliki 1.200 karyawan.

PT. Indah Kiat Pulp & Paper memiliki Sertiifikat ISO dan beberapa sertifikasi dari beberapa instansi yang bergerak dibidangnya. Sertifikat yang telah didapat oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. adalah:

1.      ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan

2.      ISO9001 tentang Standard Manejemen Mutu (Kualitas)

3.      ISO18001 (OHSAS) tentang Manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

4.      Halal Certification

5.      ISO 26000 tentang Social Responsibility

6.      ISO50001 tentang Sistem Manajemen Energi

7.      CoC- PEFC tentang Lacak Balak

_DSC0672

 

Taman Nasional WayKambas

Pada kegiatan Kunjungan Industri 2015 dengan tema Eco- Industrial Visit, salah satu tempat yang dikunjungi ialah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.  Tujuan kami mengunjungi Taman Nasional Was Kambas yang terkenal dengan pusat konservasi gajah adalah untuk melihat kawasan konservasi disana. Selain itu, rekan-rekan rimbawan yang mengikuti acara Eco- Industrial Visit diharapkan dapat mengungkap potensi hasil hutan bukan kayu di Taman Nasional Way Kambas.

Taman Nasional Way Kambas memiliki mitra LSM NGO yang mana dapat membantu dalam perkembangan dan pengelolaan Taman Nasional Way Kambas diantaranya LSM KEHATI (Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia) , YAPEKA (Yayasan Pendidikan Konservasi Alam) , TFCA (Tropical Forest Conservastion Action Sumatera). Desa yang berdekatan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) ini sedang berkembang menjadi kawasan ekowisata berbasis desa melalui pendampingan dari LSM YAPEKA (Yayasan Pendidikan Konservasi Alam) , mitra program KEHATI, dan TFCA.

Eco- Industrial Visit menjadi wadah bagi teman-teman rimbawan bulaksumur untuk mendapatkan informasi mengenai bidang dunia kehutanan. Perjalanan yang ditempuh selama satu minggu merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Hutan. Tidak hanya kunjungan pabrik industri, seorang rimbawan sejatinya wajib mengetahui pengetahuan-pengetahuan tentang dunia kerja di bidang kehutanan seperti bidang pengelolaan dan kawasan konservasi.

Selama satu hari (27 Agustus 2015), peserta Eco- Industrial Visit melakukan perjalanan ke Taman Nasional Way Kambas. Hutan konservasi seluas lebih dari 125.000 hektare ini memiliki jumlah ekosistem yang besar mulai dari hutan mangrove, rawa, dataran rendah, hingga hutan tanah kering. Di dalamnya juga tersimpan banyak potensi flora dan fauna. Salah satunya adalah Pusat Konservasi Gajah yang menjadi satu-satunya tempat konservasi gajah di Sumatera dan ada juga pengembangan suaka rhino sumatera di Taman Nasional Way Kambas merupakan penangkaran Badak Sumatera.

Ekowisata desa merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat terlibat dalam proses konservasi. Yayasan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) berkonsentrasi membangun masyarakat untuk dapat ikut merasakan manfaat adanya taman nasional yang berbatasan langsung dengan desa mereka. Pengembangan ekowisata dapat mendorong kontribusi masyarakat untuk sama- sama menjaga kelestarian taman nasional. _DSC0888_DSC0981

 

Eco-Industrial Visit (E-IT) 2015: Be An Entrepreneur with L.O.V.E. (Bagian 1)

 

Kunjungan Industri Besar, atau bisa disebut Kaisar, merupakan kegiatan annual yang selalu dilakukan oleh Forestech secara rutin. Pada kepengurusan ini, Kaisar 2015 diadakan dari tranggal 23 sampai 29 Agustus 2015, di beberapa industri besar di Jakarta dan Jawa Barat dan berakhir di tanah Sumatera, tepatnya di Lampung. Dengan bertajuk Eco-Industrial Visit (E-IT) 2015, kunjungan ini mengusung tema be an entrepreneur with L.O.V.E., di mana L.O.V.E. di sini merupakan akronim dari learning, observation, vocation dan experience. Hal ini berkaitan dengan keinginan kami untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship yang mumpuni untuk  mahasiswa Teknologi Hasil Hutan dan mahasiswa secara umum agar mampu berkompetisi di dunia kerja nanti.

PT. Indo Creative Mebel

PT. Indo Creative Mebel  yang berlokasi di Jl. Kruing III No. 5B – 5C, Kawasan Industri Delta Silicon Block L-8, Lippo Cikarang, Bekasi 7530, Jawa Barat merupakan tempat pertama yang didatangi pada Kunjungan Industri 2015 ini. Perusahaan ini yang bergerak dalam bidang industri mebel bekerja sama dengan salah satu brand ternama di Asia, yaitu Cellini.

Cellini didirikan oleh Mr. Tan Cheng Whatt seorang lulusan metalurgi pada tahun 1986. Hingga saat ini industri yang sudah berumur 28 tahun telah memiliki 57 store di Asia, yang tersebar Singapura (5 stores), Indonesia (10 stores + 12 franchise), Malaysia (7 stores + 5 franchise), Taiwan (21 stores) .

PT. ICM merupakan salah satu industri yang mengaplikasikan sistem vertically integrated. Disebut vertical intergrated karena semua komponen yang digunakan untuk memproduksi mebel dibuat sendiri di pabrik tersebut yang terbagi ke dalam 5 divisi produksi, yaitu divisi kayu solid, divisi metal, divisi paneling dan divisi upholstery. Namun untuk produk berbahan papan partikel, bahan masih di import dari Thailand dan perusahaan lain di Indonesia.

Kelebihan PT. ICM dari perusahaan lain adalah terdapat sand casting foundry, yang mana belum ada perusahaan lain yang menciptakan design dari alumunium murni. Cellini mengolah metal (meleburkan logam) dari awal pembuatan, sehingga bisa berkreasi sendiri._DSC0149

 

 

Museum Kehutanan Manggala Wanabakti

            Museum ini terletak di dalam kompleks Kementrian Kehutanan, yang terletak di samping kompleks Gedung MPR/DPR. Museum ini memiliki sebanyak 883 artefak. Yang dipamerkan di dalam dan di luar gedung berjumlah 529. Di dalam museum dapat ditemukan koleksi berupa berbagai jenis kayu yang dapat ditemukan di hutan- hutan Indonesia, seperti kayu jati, kayu meranti, dan lain- lain. Selain koleksi kayu, terdapat juga koleksi foto- foto beserta penjelasan mengenai berbagai jenis dan tipe hutan yang ada di Indonesia.

Museum Kehutanan merupakan satu- satunya museum kehutanan yang berada di Provinsi DKI Jakarta. Berdiri atas harapan rimbawan akan adanya pusat iformasi dan dokumentasi kehutanan, yang merekam sejarah perjalanan kehutanan bangsa Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kehutanan. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1983 oleh Presiden RI yang kedua, yakni Bapak Soeharto.

Dalam kunjungan ke Museum Kehutanan, diadakan diskusi dengan Bapak Murdiyono selaku sekjen PDAS HL mengenai penanganan banjir di Jakarta. Menurut Bapak Murdiyono, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Jakarta masih mengalami banjir, antara lain:

1.      Pola DAS yang memanjang

2.      Kurangnya daerah resapan air

3.      Perangkat masyarakat seperti RT/ RW yang tidak dipatuhi

4.      Alih fungsi sungai menjadi pemukiman warga

Salah satu program yang pernah dilakukan di beberapa daerah adalah dengan membuat pipa resapan. Namun tidak sepenuhnya berhasil mengingat kondisi bawah tanah Jakarta yang memang dangkal.

Kemenhut juga mengadakan program untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan. Program tersebut merupakan Program Sosial dan Kemitraan Lingkungan, yang mana kemenhut membangun hutan kemasyarakatan dengan tujuan agar hutan tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat agar tidak memanfaatkan hutan secara illegal dan justru menganggap hutan sebagai sumber hidupnnya.

Museum Kehutanan juga melakukan kegiatan rehabilitasi dengan cara mengkonservasi tanah dan air melalui sistem vegetasi yaitu pengunaaan tumbuhan sebagai alat dalam mengelola keseimbangan tanah dan air. Maksudnya menggunakan akar-akar tanaman untuk meningkatkan kepadatan tanah.

_DSC0255

 

_DSC0225

 

 

Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu

            Di tempat penginapan kami di Bogor, kami kedatangan tamu istimewa, yakni Bapak Hendy Saputra yang merupakan alumni dari Teknologi Hasil Hutan. Beliau menjadi pembicara untuk diskusi materi mengenai SVLK di Indonesia.

SVLK dimulai sejak tahun 2003, tetapi ditetapkan tahun 2009 dan mulai digaungkan sejak 2 tahun terakhir (2013). Luas Indonesia adalah 189,31 juta hektar dengan kawasan hutan 63%. Dengan luas yang sangat besar, salah satu ancaman bagi sektor kehutanan Indonesia adalah illegal logging. Kasus illegal logging tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan 1705 kasus. Untuk mencegah hal tersebut, terdapa 2 pendekatan, yakni pendekatan kasar denganancaman hukuman; dan pendekatan halus dengan SVLK.

SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) adalah pembinaan dan verifikasi pihak ketiga, selain buyer dan seller. SVLK merupakan sistem yang menjamin kelestarian pengelolaan hutan dan atau legalitas kayu serta ketelusuran kayu melalui Sertifikasi Penilaian PHPL, Sertifikasi LK, Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP).  DKP bukan sebuah sertifikasi melainkan hanya pernyataan dari pemilih hutan rakyart bahwa kayu yang ditebang adalah kayu yang berasal dari hutan pribadi. Adanya DKP bertujuan untuk mempermudah petani yang ingin menjual kayunya.

DSC_0295

 

DSC_0291

 

 

Kunjungan Industri 2014

Kunjungan industri 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 25-31 Agustus 2014 dengan tujuan Industri yang ada di Jawa Timur dan Bali. Pada tanggal 25 Agustus 2014 pukul 11.00 dimulai dengan pembukaan dan pelepasan peserta kunjungan industri oleh wakil dekan bidang akademik bapak Sigit.

PT Tjiwi Kimia

            PT Tjiwi Kimia ini merupakan salah sat prodsen kertas besar yang ada di Indonesia dengan pasar yang telah mencapai berbagai negara di Asia bahkan di benua lain. Awalnya pabrik ini merupakan pabrik soda yang kemudian dikembangkan menjadi pabrik kertas dengan 2 mesin kertas pada tahun 1978. Pada 2007 mesin kertasnya menjadi 13 unit ditambah mesin converting dengan jumlah karyawan 12 ribu orang. Bahan baku utama pembuatan kertas ini 80% nya adalah pulp kertas dengan serat pendek dan panjang serta wast paper (kertas bekas).  Sedangkan 20% berupa resin, clay, tapioka, pewarna. Pulp yang digunakan dalam pabrik ini tidak dibuat sendiri oleh pabrik tetapi didatankan dari pabrik lain. Pulp ini merupakan serat kayu yang dapat disebut bubur kayu. Pengemasan pulp ini berbentuk kotak balok.

            Dalam satu unit mesin kertas yang disebut PM, terdapat satu set mesin- mesin dan managemen untuk membuat kertas dari berupa pulp hingga menjadi gulungan kertas yang besar. Proses pembuatan kertasnya sendiri menggunakan mesin dengan pengendali manusia menggunakan komputer. Dari gulungan kertas yang besar dan panjang (jumbo roll), dapat langsung dijual ke user atau dapat diolah sendiri oleh pabrik menjadi kertas ukuran yang lebih kecil atau produk kertas lainnya. PT Tjiwi Kimia juga mengolah gulungan kertas menjadi produk buku tulis (converting), tas kertas, plastik film, cover, kertas pembungkus, serta kertas ukuran kecil (hvs). Dalam pembuatan produk buku tulis dilakukan oleh mesin sehingga efektifitasnya tinggi.

Minyak Kayu Putih

Kunjungan minyak kayu putih ini dilakukan di pabrik manyak kayu putih Perhutani Unit II Jawa Timur. Pada kunjungan kali ini, kami dapat belajar tentang proses penyulingan kayu putih, dari yang masih berbentuk daun hingga penanganan limbah cairnya.

            Kapasitas produksi dari pabrik ini adalah 30 per hari dengan masa panen 9 bulan sekali. Di pabrik ini terdapat 4 boiler untuk memasak kayu putih. Dengan sistem uap, daun- daun minyak kayu putih disuling hingga menghasilkan minyak yang layak dijual. Saat rombongan datang, para pekerta pabrik sedang mempersiapkan daun- daun kayu putih untuk di cetak pada sumur bawah tanah sebelum dimasukkan pada boiler. Penguapan dapat mencapai 4 jam proses. Di pabrik ini menggunakan kulit batang pohon kayu putih untuk menutup celah pada tutup boiler. Setelah itu, uang akan keluar melalui pipa- pipa dan disalurkan pada konderser yang berfungsi sebagai pendingin. Pendingin yang digunakan yaitu cooling tower yang dilengkapi dengan kipas yang dapat mengatur air agar lebih cepat mendinginkan.

Pabrik Lak Perhutani Probolinggo

            Pabrik ini berdiri pada tahun 1957. Selain mengolah Lak, pabrik ini juga mengolah kopal. Lak merupakan hasil hutan non  kayu yang berupa getah dari kolaborasi kutu lak dengan pohon kesambi, ploso. Ada beberapa jenis kutu lak dari beberapa negara dan tentunya memiliki kualitas yang berbeda pula. Di pabrik lak ini memproduksi lak batang yang di peroleh dari Jawa Timur. Ada dua kualitas lak batang, yaitu A1 dan A3. A1 merupakan lak batang dengan persen penutupan lak di batang 90% dan sehat, sedangkan yang A3 lak pada batang sedikit. Proses pengolahan lak batang menjadi lak butiran yaitu dengan memisahkan lak dari batangnya dengan mesin cruser. Setelah itu lak diayak dan dimasukkan ke dalam bak perendam. Pada perendaman ini digunakan bak dengan kapasitas 40 kg/ bak serta diberi tambahan soda. Penambahan soda ini bertjuan untuk memisahkan kotoran dengan laknya. Setelah perendaman selama 20 jam dan diputar. diaduk selama 1 jam, lak dibilas menggunakan air bersih. Pembilasan ini menggunakan bak poliser dan diaduk/ diputar selama 15 menit. Pembilasan ini berguna untuk menghilangkan warna merah. Kemudian dilakukan penggaraman lak serta pembilasan yang kedua. Hal ini dilakukan untuk memisahkan kotoran dengan butiran lak. Bila lak sudah bersih, lak diperas dengan mesin untuk mnghilangan airnya. Setelah itu lak di jemur dengan diangin- anginkan di dalam ruangan. Alasan mengangin- anginkan di dalam ruangan adalah karena lak sendiri akan meleleh saat terkena panas yang berlebih apalagi terkena matahari langsung. Pengeringan ini dilakukan selama 7 hari.

Kutai Timber Indonesia (KTI)

Kutai Timber Indonesia merupakan pabrik yang membuat kayu lapis, pelet kayu yang bahan bakunya dari Kalimantanberbagai jenis kayu. Dari kunjungan rombongan KI, kami diajak untuk mengikuti proses pembuatan kayu lapis. Sistem penampungan kayu yang digunakan adalah log pond (dalam air) karena lokasi pabrik yang berada di pelabuhan. Kayu yang telah dipilih dilakukan pemotongan dengan panjang tertentu menggunakan mesin otomatis. Selanjutnya kayu dibersihkan dari kulit batangnya dan dicuci. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran serta kadar garam yang ada di kayu untuk meminimalkan kerusakan mesin pemroses. Kayu yang sudah bersih dimasukkan ke dalam mesin pengupas untuk memperoleh lebaran venir dengan ketebalan yang diinginkan. Setelah itu lembaran kayu dikeringakan menggunakan driyer. Kayu kemudian dilapis menurut pesanan (3 lapis atau 5 lapis up). Pemeberian perekat dan pengepresan dilakukan otomatis oleh mesin. Setelah kayu lapis keluar dari mesin, akan dicek kualitas dan cacat yang terjadi. Pengerjaan ini dilakukan olah tenaga manusia. Apabila kayu lapis mengalami cacat maka harus dilakukan mendempulan, bila tidak akan langsung masuk ke proses selanjutnya. Setelah kayu lapis jadi, bebas dari cacat atau sudah didempul, kayu lapis siap di kemas dan di kirim ke pemesan.

PT Mustika Bahana Jaya

            Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergelut di bidang kayu lapis, kayu laminasi, serta merambah dalam bidang pertanian. Banyak karyawan yang berasal dari alumni kehutanan UGM. Dalam kunjungan ini kami diajak berkeliling melihat bagaimana proses pembuatan papan laminasi. Kayu yang digunakan berupa Sengon, Pinus. Pertama kau dipotong dan dibersihkan dari kulitnya. Pembersihan kulit ini dapat dengan cara penggergajian kulit. Setelah itu kayu dibelah untuk mendapatkan ketebalan tertentu sesua dengan yang dibutuhkan. Kayu dibelah dan dipotong- potong dengan ketebalan dan lebar tertentu. Kayu juga perlu diawetkan untuk meningkatkan nilai dan kualitas kayu itu sendiri. Setelah diperoleh potongan kayu yang sesuai, kayu dibawa menuju proses seleksi dan penghalusan. Ptongan kayu dihaluskan menggunakan mesin amplas. Seleksi kayu ini untuk memperoleh kayu kualitas tertentu dan membedakan kelas kualitasnya. Serta mendempul kayu yang memiliki persen cacat tertentu. Potongan kayu tersebut akan diberi perekat pada ujung- ujungnya untuk memperoleh panjang kayu tertentu. Untuk mendapatkan papan laminasi, kayu laminasi yang panjang- panjang tadi disambungkan dan diberi tekanan agar perekat dapat menyatu. Apabila tebal yang diinginkan belum sesuai, maka dapat direkatkan lagi dengan papan laminasi lainnya untuk tebal yang diinginkan. Penyambungan ujung balok kayu di perusahaan ini dengan cara finger joint. Perusahaan ini menggunakan tenaga mesin dan tenaga manusia.

Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

            Di TNBB rombongan disambut di aula kantor TNBB kemudian diajak ke penangkaran Jalak Bali. Jalak bali merupakan burung endemik bali yang sekrang mulai langka di habitat aslinya. Beralasan hal tersebut pihak TNBB melakukan penangkaran untuk kemudian beberapa darii hasil tangkaran akan dilepaskan ke habitat aslinya. Burung ini cenderung hidup berkelompok. Kunjungan di TNBB ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil hutan non kayu yang berupa satwa yang memiliki nilai besar terhadap kelestarian dan keseimbangn ekosistem.

Mangrove Denpasar

Kawasan mangrove Denpasar ini sudah berkembang menjadi lokais wisata yang dikunjungan oleh berbagai kalangan. Baik dari wisatawan lokal maupun mnca negara, dari yang muda, anak- anak ataupun dewasa. Dari tujuannya berkunjung pun berbeda- beda ada yang berkunjung untuk rekreasi, untuk studi, untuk liputan berita, untuk foto pre-weding pun ada. Di mangrove ini terdapat jenis- jenis tumbuhan bakau serta dihuni oleh satwa- satwa. Saat berkunjung banyak ditemukan jenis- jenis burung yag beum tahu namas spesiasnya serta hewan air lainnya. Mangrove Bali ini juga memiliki persemaian mangrove yang merupakan penyedia bibit mangrove untuk Jawa dan Bali.

Lampiran 1

 

SUSUNAN PANITIA

Pelindung            : Dekan Fakultas Kehutanan UGM

                             Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc

  Penasihat              : KepalaBagianTeknologiHasilHutanfakultasKehutanan UGM

                               Dr. Joko Sulistyo, S.Hut., M.Sc

Penanggung Jawab:Ketua Forestech

Dek Krishna RimbaPrabhu

Ketua                                : Irwansyah

Sekretaris              : Devi AyuWardani

Bendahara     : Lukas ViktoriusDuha

SieAcara : Istitamirafajrin SieHumas : YoggiRisandyKaito
: Esther Dyah a. : AlfianNurFalah
: ErsadaritaSembiring B. : M.Aulia Umar
: Novena PuteriTiyasa
Sie PDD : Alan Cahya SieKonsumsi : Andrianto Budi P.
: BagusWisnu P : DewandaSekarPutri
: BernadettaIka P. : David Usman
: Mohammad Ludfiwidya
SiePerlengkapan : KresnaBayuAji
  : GiovaniGoria
  : Aufa

Master Of Ceremony : Dian YuanitaWulandari
: Dek Krishna RimbaPrabhu

Lampiran 2

SUSUNAN ACARA

 

                                                                                                                                 

Rundown Seminar Hasil Kunjungan Industri

Jam Kegiatan
14.30-14.45 Pembukaan
Doa pembukaan
14.45-15.10 Sambutan ketua panitia
Sambutan ketua forestech
Sambutan kepala jurusan bagian THH
15.10-15.15 Ice breaking
15.15-15.40 Presentasi Sie Acara KI
15.40-16.10 Presentasi hasil pengamatan
16.10-16.15 Ice breaking
16.15-16.30 Tanggapan dosen
16.30-16.40 Penayangan video  dokumentasikunjungan
16.40-16.50 Pembagian doorprize
16.50-17.00 Penutup
Doa penutup
17.00-17.15 Foto bersama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3

RANCANGAN ANGGARAN

Pemasukan
DKLM 300000
DPLM  300000
Total Pemasukan 600000
Pengeluaran
Kesekretariatan
Print & Stofmap 4000
Print materi seminar 17000
Surat undangan 2760
PDD
Banner (3.5*1 m), Poster, Stiker 79000
Konsumsi
Air mineral (2*16500) 33000
Box snack (100*440) 44000
Snack dosen 22000
Snack peserta 164000
Ades (3*2500) 7500
Perlengkapan
Buah pks 35000
Kertas Payung & Paku Pines 3400
Total Pengeluaran 411660
Dana Sisa sebesar Rp. 188340
Dialihkan ke kegiatan selanjutnya

 

 

 

 

 

DOKUMENTASI ACARA

Registrasi Peserta

Pembukaan Oleh MC

   Rivew oleh Dosen Bpk.Ganis Lukmandaru

Peserta Seminar hasil Kunjungan Industri Besar Forestech 2014  Pemberian Doorprize kepada salah satu penanya

SESI FOTO BERSAMA “ Panitia Seminar Hasil Kunjungan Industri Dan Dosen Rievewer”

Took Some Experience for The Future

Sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 September 2013, Forestech baru saja pulang dari serentetan perjalanan selama 5 hari menjalin kebersamaan bersama Industrial Visit 2013 “Green Inovator” dengan didampingi Bp. Joko Sulistyo dan Bp. Ganis Lukmandaru selaku dosen pembimbing. Kegiatan Kunjungan Industri seperti ini diadakan rutin tiap tahunnya guna menambah pengetahuan mahasiswa/i Fakultas Kehutanan UGM khusunya minat Teknologi Hasil Hutan akan kegiatan produksi Industri Hasil Hutan. Dengan mengunjungi industri, mahasiswa/i dapat mengerti bagaimana proses produksi serta kondisi Industri secara langsung di lapangan sehingga diharapkan dapat menggambarkan dengan mudah ketika menerima materi-materi perkuliahan. 

Image
Industrial Visit 2013 “Green Inovator” ini mengambil rute perjalanan dari Magelang-Cirebon-Jakarta-Tangerang. Kami berangkat dari Jogja Senin, 9 September 2013, sebenernya sih ini hari perdana masuk kuliah setelah libur panjang lebaran dll. Tapi kami bela-belain pending kuliah dulu deh demi ikutan Industrial Visit 2013. Asik kan! Kunjungan pertama kami adalah PT. Dasa Karya Utama Magelang, yang merupakan Industri kayu laminasi dan wood plastic. Kami sampai di spot pertama ini sekitar jam 12.00 siang tentunya setelah mengisi perut dan sholat dzuhur.

 

 

Image

Saat kunjungan di PT. Dasa Karya Utama, dari kami dibagi 4 kelompok untuk mempersingkat kunjungan karena Industri ini cukup besar. Disini kami banyak mendapat pengetahuan mengenai proses pembuatan papan laminasi. Setelah berkeliling melihat proses produksi, diskusi, dan foto bersama, kami melanjutkan perjalan menuju Cirebon. Hari kedua Selasa, 10 September 2013, setelah selesai bersih diri dan persiapan, kami melanjutkan kegiatan kunjungan menuju spot kedua yaitu House of Rattan, Tegalwangi, Cirebon. Menarik sekali, semua perabot dan furniture disini terbuat dari rotan. Kami pun jadi lebih mengerti bagaimana proses produksi rotan alami maupun rotan sintetis. Inovasi industri ini juga menggunakan bahan rotan anyaman berupa pelepah pisang dan enceng gondok. Bentuk dan warna dari produk rotannya pun sangat beragam sesuai permintaan pelanggan. Industri rotan ini khusus ekspor, mayoritas ke pasar Eropa, Amerika, dan mancanegara lainnya. Setelah selesai berkeliling, kami juga mengadakan diskusi di taman Rotan bersama pemilik ditemani Dinas Departemen Perdagangan dan Kebersihan Lingkungan Kabupaten Cirebon. Disitu juga dijelaskan bagaimana cara mengolah limbah yang baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Setelah Cirebon perjalanan menuju Jakarta sudah menanti. Butuh stamina ekstra nih disini, stamina mempersiapkan pegel-pegel badan karena mendekam di bis, hehe. Hari sudah larut ketika sampai di Jakarta dan kami semua langsung diboyong ke penginapan di daerah Jakarta Pusat.

Image
Pagi datang kami pun siap untuk menggali pengalaman kembali. Hari ketiga diawali dengan kegiatan kunjungan ke Museum Kehutanan dan Taman Hutan Manggala Wanabakti. Disana kami mendapat sekumpulan wadah baru dari sejarah tentang kehutanan, materi segala hasil hutan kayu maupun non kayu, sampai info baru yang ngehits di kehutanan. Nah yang asiknya lagi, kami juga mendapat buku gratis dari Perpustakaan Museum sebagai buah tangan. Terimakasih ya Museum Kehutanan Manggala Wanabakti, semoga semua buku yang kami peroleh dapat bermanfaat dan pengetahuannya bisa terus mengalir. Oiya disitu kami juga berkeliling melihat Taman Hutan. Taman seluas 4ha ini disebut Taman Persahabatan karena terdapat ratusan pohon dari berbagai macam jenis dan famili yang ditanam oleh 96 negara delegasi dan 15 lembaga internasional yang hadir saat mengikuti kongres kehutanan sedunia ke-VIII di Jakarta pada bulan Oktober 1978.

Image
Selain kegiatan-kegiatan kunjungan Industri dan Museum kami juga melakukan kegiatan hiburan di Metro TV. Saat kunjungan ke Metro TV kami ikut tapping Sentilan Sentilun bertemakan vonis kronis dan Kick Andy yang bertemakan travelling. Dari situ kami mendapatkan hiburan sebagai refreshing dan nambah pengalaman mengintip dunia broadcasting. Seru juga ya. Forestech juga punya cerita menarik disini. Sembari menunggu untuk waktunya on-air, dari Forestech banyak yang berani ambil tantangan untuk tampil nyanyi di depan segerombolan pengunjung Metro TV lho. Nggak nyangka deh ternyata dari Forestech banyak yang bakat nyanyi. Kasih applause deh buat Gombong, Priyo, dan Alnico. Hihi.

Hari terakhir Industrial Visit 2013 jatahnya kami berkunjung ke Puspitek, Serpong, Tangerang. Tepatnya di bagian Engineering Center and Biodiesel Center BPPT – Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi. Disana kami menambah wawasan tentang produksi biodiesel dari minyak jarak dan minyak kelapa sawit bahkan minyak jelantah juga. Penjelasan yang panjang dari bapak pembicara cukup membuat kami paham menyangkut proses pengolahan biodiesel. Selesai dari BPPT, kunjungan kami selanjutnya tidak jauh dari spot sebelumnya yaitu IKPP (Indah Kiat Pulp and Paper), Tangerang Mill. Sambutan hangat kami dapatkan dari pihak Industri kertas yang terbilang sangat ternama ini. Indah Kiat Pulp and Paper Industry ini merupakan industri penghasil kertas terbesar ke-2 di dunia dan nomer-1 di dunia untuk kertas berwarnanya. Setelah penjelasan awal dirasa cukup kami dipersilahkan untuk melihat-lihat proses produksi kertas serta bagaimana proses pengolahan limbah. Industri ini juga mendapatkan penghargaan industri ramah lingkungan yaitu dengan warna hijau sebagai simbol peringkat kedua perusahaan pengusahaan lingkungan. Lebih puasnya lagi, disini kami juga mendapatkan souvenir berupa produk-produk hasil IKPP. Perjalanan terakhir kami dilanjutkan berjalan-jalan di Taman Impian Jaya Ancol. Tempat ini memang sudak tidak asing lagi buat kami namun hangat kebersamaan tetap dapat kami rasakan dengan adanya temen-temen Forestech yang penuh canda dan penuh kegokilan.

Semua kegiatan Industrial Visit 2013 telah tercapai, rombongan kami pun harus melanjutkan perjalanan lagi untuk kembali ke Yogyakarta. Kebersamaan selama 5 hari dengan Industrial Visit 2013“Green Inovator” ini tidak akan terlupakan dan semoga kami bisa lebih solid lagi. Ilmu yang banyak kami dapatkan dari kunjungan industri memperlihatkan bagaimana melimpahnya peluang untuk mengolah hasil hutan secara optimal. Semoga tidak hanya sampai disini saja semangat Forestech 2011 dalam berkarya dan berharap dengan mengunjungi berbagai macam Industri Hasil Hutan ini dapat memberi pancingan untuk menciptakan inovasi serta ide kreatif yang masih dapat dikembangkan lagi. Cheers. (ty)

 

 

“Menuju Industri Menggali Inspirasi”

ImagePada hari kamis 6 juni 2013 Forestech “Bambu Runcing” tahun 2013/2014 mengadakan kunjungan industri ke PT Prima Parquet Indonesia (PPI) yaitu pabrik kayu lapis dan blockboard serta rekreasi ke Tahura Mangkunagoro di karanganyar Jawa Tengah. Kunjungan Industri kali ini di ikuti oleh 50 mahasiswa FKT UGM yang tediri dari angkatan 2011 sebagai panitia dengan ketua Rafael dan beberapa mahasiswa angkatan 2012.

Begitu sampai di tujuan pertama yaitu PT Prima Parquet Indonesia rombongan langsung disambut oleh Manager factory yaitu Bapak Ir.Nurcholis. Selanjutnya rombongan beserta Ibu Rini (Alumni th 92 yang memfasilitasi KI ini) menuju ruang pertemuan untuk pembukaan serta perkenalan. Setelah itu rombongan dipersilahkan untuk berkeliling pabrik yang sangat luas tersebut untuk melihat proses produksi kayu lapis dan blockboard dengan didampingi oleh karyawan pabrik. Saat berkeliling kami tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar maupun video karena alasan kerahasiaan pabrik. Saat berkeliling kami bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan kayu lapis atau blockboard. Bahan baku utama yang digunakan PPI adalah kayu sengon yang berasal dari Hutan rakyat dan beberapa kayu meranti. Saat berada di PPI kami melihat proses dari awal bahan baku masuk hingga menjadi produk berupa papan multiply atau sering disebut “triplek” serta blockbard. Produksi di PPI cukup besar dengan karyawan yang mencapai 3000 orang dan sebagian besar produk untuk di ekspor ke luar negeri. Setelah selesai keliling pabrik kami kembali ke ruang pertemuan untuk melakukan diskusi dan tanya jawab. Sesuai dengan tema KI yaitu “Menuju Industri Menggali Inspirasi” kami berdiskusi berkaitan dengan tema tersebut. Setelah melakukan kunjungan ke PPI kami mendapat tambahan ilmu, penagalaman, dan inspirasi untuk memulai berwirausaha sejak usia muda.

Perjalanan selanjutnya yaitu menuju ke Tahura Mangkunagoro I yang berada di dekat Candi Sukuh karanganyar jawa Tengah. Di tempat ini ada beberapa fasilitas yang bisa digunakan untuk rekreasi, pendidikan, penelitian, dll. Tahura ini memiliki camping ground, berbagai koleksi tanaman, koleksi satwa dan areal untuk out bond.

Techno Break

Tidak afdol rasanya kalau sebagai mahasiswa yang baru saja memasuki minat THH alias Tehnologi Hasil Hutan tidak mengenal bagaimana seluk beluk THH dan berbagai macam laboratorium THH. Karena nantinya juga kita akan berhubungan langsung dengan lab-lab tersebut. Maka dari itu 26 April lalu bertempat di ruang 2.03 pukul 15.30, Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Hutan alias Forestech mengadakan  Techno Break sebagai bentuk perkenalan antara dosen-dosen pengampu THH dengan kami angkatan 2011 beserta segala fasilitas yang dimiliki di THH. Tujuan dari acara ini agar semua mahasiswa/i yang baru saja memasuki minat Teknologi Hutan tidak buta akan inventarisasi yang dimiliki THH serta dapat berbagi pengalaman dengan dosen-dosen pengampu. Acara Techno Break ini juga dihadiri oleh Bp. Joko Sulistyo, Ir. Kasmudjo, M.S, Bp. Widiyanto Dwi Nugroho, Bp. J.P Gentur Sutapa, Dr. Ragil Widyorini, dan juga Mbak Dini sebagai pembicara.

Image

Perkenalan lab-lab THH yang disampaikan para dosen cukup melegakan kami, karena dengan begini seenggaknya sepulang dari Techno Break kami sudah tidak terlalu gaptek lagi kalau ditanya mengenai laboratorium THH. Laboratorium tersebut diantaranya Lab. Struktur & Sifat Kayu, Lab. Penggergajian & Papan Majemuk, Lab. Pengeringan & Pengawetan Kayu, Lab. Hasil Hutan Non Kayu, Lab. Kimia & Serat Kayu, Lab. Energi Biomassa. Jadi buat temen-temen THH yang kemarin nggak dateng Techno Break, yuk boleh cek sendiri secara langsung lab-labnya. Tapi sendiri ya, sendiri 😀 hihi

“Bambu Runcing”ku di Karnaval Hari Bumi

Dalam rangka meramaikan hari bumi 2013 Fakultas Kehutanan UGM mengadakan karnaval hari bumi tepatnya tanggal 4 Mei 2013 lalu. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk upaya dari kami selaku mahasiswa/i Fakultas Kehutanan UGM khususnya Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Hutan yang peduli pada lingkungan dan bumi sebagai tempat tinggal kita semua. Seperti yang sebelum-sebelumnya, acara dimulai dari jam 8 pagi dengan karnaval yang diikuti seluruh HMM dan BSO FKT ditambah dengan teman-teman dari fakultas lain, seperti Fakultas Farmasi, Fakultas Peternakan dan lainnya.

ImageKarnaval gerak jalan yang dimulai dari Jalan Agro kemudian lanjut ke Jakal dan utara kopma UGM akhirnya transit juga kami di bunderan UGM untuk mendengarkan orasi yang disampaikan temen-temen sebagai perwakilan dari FKT sendiri dan fakultas-fakultas lain yang ikut juga berpartisipasi. Setelah itu disana juga kami disuguhkan penampilan dari KSK (Komunitas Kesenian Kehutanan) yang mengilustrasikan bagaimana kondisi bumi tercinta ini. Dari situ diharapkan agar seluruh temen-temen mahasiswa/i yang ikut berpartisipasi agar dapat menyerap makna yang telah disampaikan dan dapat memperbaiki sikapnya terhadap lingkungan. Nah, di karnaval ini kami dari Forestech “Bambu Runcing” tahun 2013/2014 juga tidak mau ketinggalan aksi. Untuk karnaval kami sudah menyiapkan maskot-maskot Forestech dengan peran pohon-pohon dan topeng-topeng danbo sebagai pelengkap, biar membuat sesuatu yang berbeda dari HMM BSO lain. Seperti yang terlihat di foto ini, hehe.

ImageSelesai dari karnaval, Taman Timur FKT sudah ditata dengan booth-booth dari seluruh HMM BSO yang menjual berbagai macam makanan siap santap serta menampilkan kreasi HMM BSO masing-masing sebagai hiburannya. Dalam booth Forestech kami menyediakan kroket, serabi mini, dan es teh, yang udah pasti seger banget yang pas untuk ngisi setelah capek jalan dalam karnaval. Kegiatan ini sebagai bentuk latihan dari kami dalam berwirausaha. Untuk hiburan yang ditampilkan dari Forestech berupa akustikan dari grup band handal kami, ada Rafael, Opi, Gombong, Nonol  dan Fadhlul yang berhasil membuat sorakan-sorakan dari temen-temen lainnya. Duh duh jiwa artisnya pada keluar nih ya..


Kegiatan dalam rangka Hari Bumi ini selesai sekitar pukul 15.00. Kemudian dilanjutkan dengan membereskan segala perlengkapan yang digunakan dan juga tentunya bersih-bersih. Harapan setelah kegiatan ini, semoga semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini masih terus menerapkan kepeduliannya terhadap lingkungan dalam sehari-hari demi kesehatan bumi kita tercinta ini, jangan hanya berhenti sampai selesainya acara ini aja dong, kan malu sebagai Mahasiswa yang berpendidikan tapi cinta lingkungannya musiman, hehe. 

 

Sekilas Tentang Mubes Forestech

Salam Forestech!  22-23 Februari 2013 lalu dari Mubes yang diadain di Gedung Pemuda dan Olahraga Ambarbinangun akhirnya menetaskan pengurus-pengurus Forestech yang baru. Dibela-belain melek sehari semalem nih sambil comot cemilan sana-sini akhirnya Mubes alias Musyawarah Besar Forestech bisa berjalan lancar. Alhamdulillah. Perdebatan di tengah sidang juga semakin memanas, sepanas perut kami yang juga giat menghabiskan cemilan.

FYI, ini nih sekilas tentang kepengurusan Forestech 2013/2014

Ketua                   : Yusuf Setia Darmawan

Sekretaris            : Erlina, Dayu K

Bendahara          : Putri Karunia, Almaratush

Jangker               : Fadhlul R, Rafael, Januar, Annisa P, Arrum, Adhitya W

Techno-inc          : Mashendra, Gita Dwi, Greita, Gulang, dan Kika.

Polah                   : Priyo, Hardi, Gadis, Fatah, Daru.

Kesenian             : Nurina L, Gombong, Febe M, Ikhwan, Nonol

Kewirausahaan   : Anang, Fathi, Anindya H, Reza E, Faris W

Medinfo               : Novita K (Oppi), Tyas, Randu, Gege, Alfian

PSDM                  : Joni, Chiko, Fiyan, Winanda, Waritsa, Jawe

Facts about FORESTECH 2012-2013

#1  FORESTECH kepengurusan periode 2012-2013 diampu oleh seluruh sumber daya manusia THH angkatan 2010 yang berjumlah 20 orang.
#2  Baju angkatan THH (FORESTECH 2012-2013) berwarna biru
#3  Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012 yang merupakan program kerja Departemen Techno-Inc diketuai oleh Kepala Departemen Jaringan dan Kerjasama (Dering Keras) dan dilaksanakan di Jawa dan Bali.
#4  Stempel FORESTECH yang harus dibawa karena merupakan syarat pencairan dana di Kementrian Kehutanan di Jakarta ternyata tertinggal di Yogyakarta dan dalam waktu dan dana yang terbatas membuat stempel digital kilat dengan contoh lambang FORESTECH yang digambar dengan tangan.
#5  FORESTECH kepengurusan periode 2012-2013 telah membuat 7 video foto-foto kegiatan.
#6  Dalam salah satu agenda FORESTECH kepengurusan periode 2012-2013 mengajak mahasiswa D3 sebagai peserta.
#7  Ada dua agenda dalam FORESTECH kepengurusan periode 2012-2013 yang waktu penyelenggaraannya hanya berjarak 4 hari, yaitu Technoshare (3 Mei 2012) dan Technobreak (7 Mei 2012).
#8  Ada dua agenda dalam FORESTECH kepengurusan periode 2012-2013 yang pelaksanaannya dilebur menjadi satu rangkaian acara, yaitu Workshop dan Kunjungan Lab dari Departemen Techno-Inc dan BERKAH THH (Bersama Keluarga Harmonis THH) dari Departemen PSDM dan Kaderisasi (Pengembara).
#9  FORESTECH sampai dengan kepengurusan periode 2012-2013 telah mengumpulkan piala kejuaraan sejumlah 13 buah dari bidang olahraga (11 piala dan 1 piala bergilir) dan bidang kejurnalistikan (1 piala).
#10  FORESTECH periode 2012-2013 memiliki 2 buah sekretariat.
#11  FORESTECH kepengurusan periode 2012-2013 telah mencetak lebih dari 10 banner untuk publikasi.

Dari seluruh agenda FORESTECH periode 2012-2013 telah mendatangkan dan mengundang pembicara:
1. Bapak Ambar Polah Tjahjono (Ketua ASMINDO – Asosiasi Mebel Indonesia) dalam Workshop dan Kunjungan Lab.
2. Mas Adityo, S.Hut., S.Ars (Lulusan THH FKT UGM 2005) dalam Technoshare dan Malam Keakraban (Makrab 2013).
3. Mas Alan Cabout, S.Hut. (Lulusan THH FKT UGM 2005) dalam Technoshare.
4. Bapak Dr. Joko Sulistyo, S.Hut., M.Sc. (Kepala Bagian THH FKT UGM) dalam Technobreak.
5. Bapak Dr. Sigit Sunarta, S.Hut., M.Sc. (Wakil Dekan Kemahasiswaan FKT UGM) dalam Technobreak dan Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
6. Bapak Vendy Eko Prasetyo, S.Hut., M.Sc. (Dosen THH FKT UGM) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit 2012).
7. Mas Eko Purnomo (THH FKT UGM 2008) dalam BERKAH THH (Bersama Keluarga Harmonis THH).
8. Bapak Harry Praptoyo, S.Hut., M.P (Sekretaris Bagian THH FKT UGM) dalam Workshop dan Kunjungan Lab.
9. Bapak Widiyanto Dwi Nugroho, S.Hut., Ph.D., (Dosen THH FKT UGM) dalam Workshop dan Kunjungan Lab.
10. Mas Arif Dharma Rafke (THH FKT UGM 2009) dalam Workshop dan Kunjungan Lab.
11. Mas Fratama Yudhana (THH FKT UGM 2009) dalam Workshop dan Kunjungan Lab.
12. Bapak Arif Purwantoro (PT. Tjiwi Kimia) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
13. Bapak F. Subagyo (General Affair PT. Tjiwi Kimia) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
14. Bapak Ketut (Instalasi Pengolahan Limbah PT. Tjiwi Kimia) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
15. Bapak Ivan (PT. Sumber Mas Indah Plywood) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
16. Bapak Yulius (Pengelola Pengolahan Lak, Perum Perhutani) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
17. Bapak Ratmanto (ADM Perum Perhutani Probolinggo) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
18. Bapak Hendung Trihartoko (General Manager KBM Pemasaran Kayu Perum Perhutani Probolinggo) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
19. Bapak Nur Adin Eko Saputro (Wakil ADM Bondowoso) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
20. Bapak Ivan Cahyo (Asper Sumberingin ADM Bondowoso) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
21. Mbak Ketut (PT. Mustika Bahana Jaya) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
22. Bapak Dana (Taman Nasional Bali Barat – Lulusan BDH FKT UGM) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
23. Bapak Wayan Leon (Green Village Bali) dalam Kunjungan Industri (Industrial Visit) 2012.
24. Asisten Dosen dan Asisten Lab THH FKT UGM dalam Workshop dan Kunjungan Lab.
25. Bapak Arif dan Bapak Wiratno (CV. Lima Selaras) dalam Kunjungan Industri #1.
26. Pengusaha (CV. Jati Wangi) dalam Kunjungan Industri #1.
(Hanifah, 2013)

    Forestech League (FL)merupakan pertandingan persahabatan keluarga THH yang diselenggarakan oleh PARODI (Departemen Olahraga dan Seni) Forestech dan diketuai oleh Yunita (Kadep PARODI) pada 5 Februari 2013. Pertandingan futsal tersebut diikuti oleh THH angkatan 2008,2009,2010,2011 dan General Forestry 2012. Piala kejuaraan FL untuk katagori putri digondol oleh Aqila (GF, 2012) dan untuk piala kategori putra direbut oleh Daru (THH 2011). sUKSES! Forestech League
    (DN, 2013)