Forestech League (FL)merupakan pertandingan persahabatan keluarga THH yang diselenggarakan oleh PARODI (Departemen Olahraga dan Seni) Forestech dan diketuai oleh Yunita (Kadep PARODI) pada 5 Februari 2013. Pertandingan futsal tersebut diikuti oleh THH angkatan 2008,2009,2010,2011 dan General Forestry 2012. Piala kejuaraan FL untuk katagori putri digondol oleh Aqila (GF, 2012) dan untuk piala kategori putra direbut oleh Daru (THH 2011). sUKSES! Forestech League
(DN, 2013)

Workshop dan Makrab

Berkah adalah singkatan dari Bersama Keluarga Harmonis Teknologi Hasil Hutan merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan pada 1 dan 2 Desember 2012. Acara tersebut merupakan Workshop Pengenalan hasil hutan; Menjadi Forester Kreatif dan Inovatif yang diselenggarakan pukul 08.00 di Ruang Sidang Pascasarjana, FKT UGM. _DSC0492

Image

Pembicara pertama yaitu Pak Harry Praptoyo berbicara tentang Kondisi Hutan di Indonesia dan kontribusinya di bidang Industri. Pembicara kedua yaitu Pak Widi (salah satu dosen yang baru saja menyelesaikan S3 di Jepang), bercerita tentang pengalaman kuliahnya, dan bercerita tentang laboratorium di THH. Pembicara ketiga yaitu dari Pengusaha Kayu (Ketua ASMINDO) beliau banyak bercerita tentang industri kayu saat ini.

Setelah makan siang, peserta diajak jalan-jalan lab dengan dipandu oleh penunggu lab mereka dijelaskan dan berdiskusi di laboratorium. Kami juga datang di laboratorium pengolahan kayu yang berada di Klebengan.

Sore harinya, kami bersiap untuk menginap di Wisma Kaliurang. Mas Eko (THH 2008) menampilkan slide menarik tentang kepemimpinan dan malam harinya kami isi dengan api unggun sembari merefresh otak dan pikiran.

Pagi harinya kami outbound di sekitar wisma dan berakhir di Gardu Pandang, Kaliurang.

Diary of Industrial Visit 2012

Setelah 3 bulan persiapan, akhirnya tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Tanggal 4 September 2012, panitia dan peserta dengan didampingi oleh dosen pembimbing Pak Sigit dan Pak Vendy berangkat  meninggalkan Jogja pukul 20.15 setelah diadakan upacara pembukaan singkat. Waktu malam digunakan untuk istirahat sampai ke tempat tujuan pertama di Mojokerto.

Kami sampai Mojokerto pada waktu subuh dan transit di rumah makan B’pass untuk shalat subuh, mandi dan sarapan. Karena waktu kunjungan ke PT.Tjiwi Kimia masih cukup lama, acara pagi itu diisi dengan perkenalan sesama peserta dan keakraban sampai tiba waktu kunjungan.

Pukul 07.15 kami sudah sampai di PT.Tjiwi Kimia dan dikumpulkan di salah satu ruang untuk mendengarkan presentasi tentang selayang pandang PT. Tjiwi Kimia. Kami disuguhi snack dan diantar mengelilingi pabrik dengan naik bus oleh Pak Arif. Kami ditunjukkan mesin terbesar yang dimiliki PT.Tjiwi Kimia serta instalasi pengelolaan limbah. Di instalasi pengelolaan limbah kami diberi penjelasan mengenai limbah pabrik dan pengelolaannya sehingga tidak menimbulkan permasalahan lingkungan. Penjelasan tentang limbah disampaikan oleh Pak Ketut. Acara penutupan dilakukan dengan penyerahan kenang-kenangan dari panitia kepada PT. Tjiwi Kimia. Ternyata dari pihak PT. Tjiwi Kimia juga memberikan bingkisan yang kami terima dengan senang hati.

Selesai kunjungan, kami makan siang sebelum melanjutkan ke lokasi kunjungan berikutnya ke Gresik, yaitu PT. Sumber Mas Indah Plywood. Ketika sampai, kami disambut oleh para staf dan dikumpulkan di ruang pertemuan. Pemilik PT. Sumber Mas Indah Playwood turun tangan sendiri dalam penyambutan dan memberikan presentasi mengenai pabrik. Seperti biasa setelah sesi diskusi, kami diantar mengelilingi pabrik dan diberi penjelasan setiap proses yang dilakukan di pabrik oleh pemilik dan staf PT. SMIP. Dosen pembimbing juga memberikan gambaran umum mengenai kayu lapis.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju tempat bermalam yaitu di Perhutani Probolinggo. Pukul 21.00 WIB kami telah sampai dan disambut hangat oleh staf kantor. Kami telah disiapkan makan malam dan tempat istirahat. Pagi harinya kami bersiap untuk kunjungan ke Pabrik Lak yang merupakan anak usaha dari Perhutani Probolinggo. Sebelum berangkat ke pabrik kami diberikan petuah oleh ADM Perhutani Probolinggo, Bapak Ratmanto yang merupakan lulusan Kehutanan UGM.

Setelah sampai pabrik lak kami disambut oleh kepala dan staf pabrik yaitu bagian manajemen kayu dan produksi lak. Setelah sarapan bersama kami dijelaskan mengenai sejarah pabrik lak, proses pembuatan dan diskusi. Selanjutnya kami diajak ke ruang produksi, kami melihat tumpukan stok lak cabang dari Pohon Kesambi. Kami melihat proses perontokan lak dan dijelaskan juga proses pembuatan hingga menjadi lak butiran. Selain menerima lak cabang dari KPH Malang, Blitar dan Probolinggo, perusahaan juga menerima stok kopal untuk dijual. Pehutani bekerja untuk kesejahteraan rakyat, mereka juga membimbing masyarakat untuk terus membudidayakan tanaman kesambi supaya produksi lak terus berkembang.

Setelah memberikan kenang-kenangan dan berfoto bersama kami memohon diri kepada staf Pabrik untuk melanjutkan perjalanan ke Lumajang, yaitu ke PT. Mustika Bahana Jaya. Perjalanan kami dikawal oleh POLHUT Perhutani Probolinggo. Perjalanan kami sejauh 47 km jadi lancar bebas hambatan. Sungguh menyenangkan!

Kami sampai PT. Mustika Bahana Jaya pukul 14.15 dan kami juga telah disambut oleh pemilik dan staf pabrik. Setelah diberi penjelasan kami langsung diajak berkeliling pabrik dan peserta puas bertanya mengenai proses pembuatan panel yang berasal dari kayu karet dan pinus. Kebanyakan produksi ini sesuai permintaan buyer di luar negeri. Bapak Haji adalah sebutan untuk pemilik Perusahaan, beliau juga memiliki banyak jenis produksi dan beberapa kegiatan sosial untuk kesejahteraan masyarakat.

Hari ketiga, 6 September 2012 kami melakukan perjalanan menuju Bali, kami sampai di selat Bali pukul 23.30. Peserta menikmati angin malam di kapal, sebagian istirahat di kursi kapal dan ada pula yang asik berfoto ria. Selanjutnya pukul 06.30 WITA kami sudah transit di rumah makan untuk sarapan dan mandi. Selanjutnya kami menuju Taman Nasional Bali Barat, sempat terjadi kesalahan teknis sehingga kami harus menunggu. Tak lama kemudian kami menuju ke sebuah aula dan diberi penjelasan melalui presentasi mengenai keadaan TNBB. Ternyata presentatornya adalah lulusan kehutanan UGM. Kami juga melihat tempat penangkaran jalak bali di kandang sapihan. TNBB juga melayani warga untuk pembinaan penangkaran jalak. Kami juga diajak ke Labuhan Lalang yang merupakan pelabuhan untuk menuju Pulau Menjangan yaitu tempat wisata bahari, tracking dan wisata alam. Potensi satwa liar di TNBB yaitu Elang Bondol, bangau tongtong, cekakak, kera abu, kera hitam dan rusa. Kunjungan Industri di TNBB ini lebih menjelaskan pada hasil hutan untuk kepentingan ekologis dan industri wisata.

Setelah mampir di suatu toko oleh-oleh dan makan malam, peserta juga refreshing dengan karaoke. Nindi yang merupakan panitia dari sie acara menyayikan 2 lagu dengan merdunya. Tak mau kalah peserta juga ikut melantunkan beberapa lagu beserta menari di panggung. Sayang, dosen pembimbing tidak jadi maju untuk menyanyi, padahal sangat ditunggu-tunggu. Tetapi Pak Vendi juga sempat karaoke di bus. Lalu peserta sampai di villa untuk beristirahat.

Pagi harinya kami menuju toko oleh-oleh di Bali yaitu krisna, karena masih pagi kami pun leluasa untuk memilih barang. Selanjutnya pukul 10.00 WITA kami berwisata ke pantai Tanjung Benoa, disana terdapat banyak permainan air dan jasa penyebrangan ke suatu Pulau yang merupakan tempat penangkaran penyu. Perjalanan selanjutnya adalah ke pantai Dreamland, disana peserta asyik bermain pasir dan air pantai tak peduli sinar matahari menyengat kulit mereka. Hari itu adalah tanggal 8 September 2012, masyarakat Bali sedang merayakan hari raya Kuningan jadi jalan perkotaan sepi dan toko Joger pun tutup, terpaksa kami menuju ke Krisna lagi karena beberapa peserta belum membeli oleh-oleh. Perjalanan Kunjungan Industri dan wisata telah usai, peserta kembali dan sampai di Jogja Hari Minggu, 9 September 2012 dengan selamat.

Konferensi IUFRO Divisi 5; Hasil Hutan

IUFRO merupakan jaringan global untuk kerjasama ilmu pengetahuan mengenai hutan. Organisasi Ini menyatukan lebih dari 15.000 ilmuwan di hampir 700 Anggota Organisasi di lebih 110 negara, dan merupakan anggota dari ICSU. Para ilmuwan bekerja sama dalam IUFRO atas dasar sukarela.

Pada tanggal 9 Juli 2012 diadakan  Konferensi IUFRO Divisi 5, yaitu bagian Hasil Hutan. Konferensi ini bersama-sama peneliti hasil hutan dan ahli lainnya dari seluruh dunia. Tahun 2012 D5 Konferensi berfokus pada beberapa masalah yang paling mendesak tentang hutan dan hasil hutan dengan berbagai pembicaraan utama dan sesi teknis. Konferensi ini dapat disebut pertemuan ilmiah dan diadakan setiap 4 tahun, dan tahun ini lebih dari 500 peneliti dari seluruh 60 negara berkumpul untuk mempresentasikan temuan penelitian mereka yang berkaitan dengan kayu, pengolahan kayu dan pemasaran hasil hutan.

Konferensi ini ditetapkan sebagai “Konferensi hijau”. Ada 5 garis besar yang dibicarakan:

– Hutan untuk masyarakat

– Sumber daya untuk masa depan

– Bioenergi

– Hutan untuk Perubahan Iklim, dan

– Kayu untuk  Konstruksi

Salah satu isu yang diangkat dalam beberapa sesi adalah kenyataan bahwa “Pemanfaatan hasil hutan adalah karbon netral”, sebuah prinsip yang kita semua harus dipertimbangkan ketika kita berinvestasi dalam bahan bangunan, furnitur dan produk konsumen.

Pembicara utama, FAO Asisten Direktur Jenderal Eduardo Rojas Briales, menyimpulkan bahwa peningkatan permintaan produk hutan akan meningkatkan keuntungan dari pengelolaan hutan lestari, pada gilirannya memiliki efek jangka panjang pada sumber daya hutan. Kontribusi yang paling mungkin dari hutan terhadap perubahan iklim terkait dengan substitusi produk berbasis kayu di sektor bangunan.

Berita yang didapat dari http://t.co/gkhSgTck harus menjadi acuan masyarakat dunia bahwa hutan yang begitu luas harus dimanfaatkan sehingga lestari. Prospek Teknologi Hasil Hutan sangat bagus untuk meningkatkan hasil olahan hasil hutan. Bioenergi dan kayu untuk kontruksi menjadi bahan dari mata kuliah Teknologi Hasil Hutan, UGM. Jadi untuk kawan-kawan yang ingin berkontribusi menyelamatkan hutan, bumi, maupun ekonomi negara dapat diwujudkan dengan mendalami ilmu kehutanan terlebih dahulu. (Dn)

Industrial Visit 2012

Barangkat dari upaya untuk memotivasi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM agar berkeinginan merintis suatu bentuk wirausaha di sektor kehutanan maka diadakan kegiatan dengan nama “Industrial Visit 2012 : Be An Entrepreneur with Environmental Innovation. Diharapkan mahasiswa dapat memiliki gambaran mengenai kehutanan di luar kampus, dan melalui suatu tahapan tertentu nantinya dapat menciptakan suatu bentuk wirausaha. Selain itu juga diharapkan mampu menambah kepekaan serta ketertarikan dalam pengetahuan seputar bidang kehutanan dan mengejar ketertarikan tersebut dalam bingkai usaha untuk melakukan perbaikan dunia kehutanan yang mencerminkan integritasnya sebagai seorang rimbawan.

Tahun 2012 ini Kunjungan Industri Teknologi Hasil Hutan akan menyusuri Jawa bagaian Timur hingga Pulau Bali. Selain sebagai tempat wisata yang terkenal sampai luar negeri, Bali juga memiliki beberapa industri yang mengolah hasil hutan kayu dan non kayu.  Dalam acara ini kami juga akan didampingi oleh Pak Sigit Sunarta, S.Hut., M.P. dan Pak Vendy Eko P, S.Hut, M.Sc. Beliau adalah ahli dalam bidang hasil hutan non kayu dan kimia, serat kayu. Inilah diskripsi industri atau lokasi yang akan kami kunjungi :

PT. Tjiwi Kimia, Mojokerto

PT. Tjiwi Kimia merupakan salah satu pabrik kertas yang terdapat di Jawa Timur, tepatnya di Mojokerto. Perusahaan ini menarik untuk dikunjungi sebab merupakan pabrik kertas berskala besar. Pengolahan limbah pabrik ini merupakan focus utama kunjungan industri ini. Kegiatan utama Perusahaan ini produksi menulis dan mencetak kertas, coated dan uncoated. Hal ini juga memproduksi dikonversi produk alat tulis dan kantor, termasuk buku, bantalan menulis, lembaran longgar, spiral, amplop, formulir komputer, kertas bungkus kado dan tas belanja. Selain itu, Perusahaan memproduksi kertas karbon dan kertas dilapisi cor dan papan.

Sumber Mas Indah Plywood, Gresik

Perusahaan ini berada di Gresik, JawaTimur dan bergerak dalam bidang industri kayu lapis. Produknya yaitu general plywood, scarf jointed plywood, floor base panel, LVL, LVB, marine plywood, kruing plywood, lumber core& bare core, laminated board, film faced plywood. Dalam kunjungan di perusahaan ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui proses produksi dari bermacam jenis kayu lapis dan pengolahan limbah kayu lapis agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.

Budidaya Lak, Probolinggo

Lak merupakan hasil hutan non kayu yang menarik untuk dipelajari. Kunjungan ke pabrik ini adalah untuk mengetahui keadaan lak, pohon inangnya, proses pengolahan lak sebagai salah satu hasil hutan non kayu, serta mengetahui pengolahan limbah pada pabrik lak. Lak di Probolinggo ini juga pernah diekspor ke Eropa.

PT. Mustika Bahana Jaya (Panel), Lumajang

PT. Mustika Bahana Jaya (MBJ) adalah industri kayu yang memiliki spesialisasi dalam mengolah kayu karet (Hevea brasiliensis) dan kayu Pinus merkusii. Macam produknya Finger-Joint Laminated Board (FJLB), Finger Joint Laminated Block, Finger Joint Laminated Profile, Finger Joint Stick, Solid Laminated Board, Solid Laminated Block, Nidan and Sandan, moulded/profiled wood, S4S, dowel, acoustical appliances dan furniture components.

Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Satwa yang endemik dan langka di TNBB yaitu burung jalak bali (Leucopsar rothschildi)

Green Village, Bali

Desain utama bangunan Bali ini dari bambu, pemandangan lembah sungai di sepanjang Sungai suci Ayung Bali sangat tampak. Disini kita akan melihat berbagai inovasi olahan hasil hutan non kayu dan tata ruang desa nan unik.

Bedugul, Bali

Bedugul adalah objek wisata bali yang terletak di perbukitan dengan cuaca yang sangat sejuk dimana di bedugul juga terdapat sebuah danau yang bernama danau beratan. Di Objek wisata Bedugul terdapat sebuah pura yang bernama pura di ulun danu yang terletak di pinggir danau beratan. Pura ulun danu dipercaya sebagai tempat bersemayaman dewi sri atau dewi kesububuran.

Pantai Dreamland, Bali

Pantai Dreamland terletak di sebuah daerah bernama pecatu, uluwatu, bali selatan. Pantai dreamland memiliki pasir yang berwarna putih mirip dengan pantai kuta. Namun pantai ini lebih indah karena masih sepi dan tersembunyi. Dikelilingi oleh tebing curam sehingga menambah keindahan pantai, dan ombaknya juga tidak kalah dengan pantai kuta sehingga bisa untuk surfing.

Kuota 50 orang. Ayo kawan-kawan segera daftarkan diri anda, Dijamin gag rugi 😀

 

PDL angkatan 2010


Inilah desain PDL THH angkatan 2010, untuk teman-taman yang ingin memesan silahkan hubungi kami. Hanya 95 ribu lho, pemesanan dilayani hingga akhir bulan Mei 2012 ini.

Hasil Hutan: Inovasi untuk Indonesia

Berkurangnya luas hutan di Indonesia dalam beberapa dekade ini membuat manusia acuh terhadap bidang kehutanan.  Mereka pesimis karena tidak ada lahan pekerjaan untuk mereka, apalagi di bidang hasil hutan yang pasti berkorelasi positif terhadap keadaan hutan di Indonesia. Cara pandang tersebut adalah hambatan bagi seseorang untuk maju, mereka menilai sesuatu dari financial, tanpa berfikir secara keilmuan.

Kamis, 3 Mei 2012 pukul 15.30 Mahasiswa Fakultas Kehutanan berkumpul di Ruang V menghadiri acara TECHNO-SHARE yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Minat Teknologi Hasil Hutan (THH) yang akrab disebut Forestech. Pembicara acara tersebut adalah dua orang alumnus jurusan THH Fakultas Kehutanan yaitu Adityo dan Alan Cabout.

Setelah acara dibuka, diberikan sambutan dari ketua Forestech, kemudian masuk  ke acara inti. Sepertinya para peserta yang didominasi Mahasiswa Kehutanan angkatan 2011 sudah mulai penasaran dengan dua pembicara tersebut. Pembicara pertama yaitu Adityo, dengan penampilan slide yang menarik, satu-persatu inovasi teknologi hasil hutan dipaparkan. Adityo yang selain menempuh studi teknologi hasil hutan juga berlatar belakang seorang arsitek menjelaskan bahwa Hasil Hutan itu harus dipadukan dengan kreatifitas dan teknologi supaya memiliki nilai lebih. Peluang kita sebagai rimbawan adalah menggabungkan apa yang telah kita pelajari dan mengoptimalkan lingkungan sekitar termasuk sumber daya manusia.  Sebagai mahasiswa harus memikirkan cara untuk menaikkan industri kecil menjadi menengah. Kreativitas dengan didukung beberapa aspek yaitu pengetahuan berwirausaha, pengetahuan kehutanan, pengetahuan industri dan pengetahuan memproses hasil hutan maka didapatkan kesatuan yang baik sehingga dapat merubah bahan-bahan tradisional menjadi produk bernilai tinggi.

Adityo telah memenangkan banyak sayembara dan tentunya berkaitan dengan produk olahan hasil hutan. Pada Indocement award 2010 dia mengembangkan Papan Semen Sebagai Alternatif Material Konstruksi dan Bahan Bangunan Ramah Lingkungan. Melihat sempitnya tempat bermain anak dan dengan berbekal pengetahuan yang dia dapat pada perkuliahan, maka dalam event Djarum Black Innovation dia mencoba membuat “Gundu Stadium” dengan bambu laminasi, kejuaraan pun diperolehnya. Inovasi Adityo yang berkaitan dengan pemanfaatan hasil hutan non kayu digabung dengan inovasi arsitektur juga pernah terangkum dalam buku berjudul “33 Rumah Sehat”. Selanjutnya dia juga memanfaatkan limbah batok kelapa yang dipadu dengan kerangka besi menghasilkan kursi yang ramah lingkungan dan bernilai ergonomis. Material papan semen juga dia kembangkan menjadi Batako lignoselulosa. Papan semen sendiri adalah papan tiruan dengan perekat anorganik, jadi kelebihannya tidak ada emisi dengan bahan dasar ini. Dan masih banyak konsep pemanfaatan hasil hutan yang dia kembangkan.

Pembicara kedua yaitu Alan Cabout, dia meyakinkan bahwa sumber daya alam di Indonesia yang melimpah ruah ini di tangan manusia yang kreatif dapat memberikan hasil. Setelah masuk jurusan Teknologi Hasil Hutan pun, kecintaannya pada hobi komputer tidak surut, namun malah dapat mengombinasikannya dalam bentuk karya nyata yang inovatif. Karyanya memenangkan Juara I Chip Intel Modding Atmajaya Jakarta 2011, yaitu ia membuat desain komputer atau PC dengan material bambu dan bentuk yang kreatif. Pendapatnya tentang ide adalah, ide didapat dari mana pun, dan sejelek-jeleknya ide, ia berhak untuk lahir. “Berapapun ide yang kita keluarkan, bagus-tidaknya diperoleh dari seleksi alam. Ide yang lolos seleksi alam ini adalah ide orisinal kita yang paling berkualitas dari ide-ide kita yang lain,” ujarnya.

Techno-share

Techno-share #1
Sebuah acara santai tapi berkualitas.
Kamis, 3 Mei 2012 di Ruang V, Fakultas Kehutanan. UGM.
Kupas tuntas inovasi teknologi modern dan ramah lingkungan bersama Adityo dan Alan Cabout
Pemenang :
1. Indocement Award 2010
2. Sayembara Desain Sculpture Perpusnas Jakarta 2010
3. HP Colour of Indonesia 2011
4. Sayembara Rumah Murah Sehat 2011
5. Sayembara Urban Ecopark Pondok Indah 2011
6. Djarum Black Innovation Award 2011
7. Sayembara Tata Ruang Hijau Tengger Semarang 2011, dll

GRATIS

Jangan lupa dateng yaaaa karena yang muda, yang berkreasi ^_^

Salam Lintas Batas

Kabinet Lintas Batas (FORESTECH 2012)

FORESTECH adalah salah satu Himpunan Mahasiswa Minat di Fakultas Kehutanan UGM.  Saat ini FORESTECH sudah menginjak periode kepengurusan ke-X. FORESTECH merupakan suatu wadah untuk menampung segala kreativitas mahasiswa yang bergerak di bidang Teknologi Hasil Hutan.

Visi FORESTECH adalah terwujudnya kehidupan kampus yang dinamis, berwawasan kerakyatan, keilmuan, dan lingkungan. Misi FORESTECH adalah meningkatkan peran dan kualitas sumber daya mahasiswa Teknologi Hasil Hutan untuk mewujudkan kehidupan kampus yang dinamis, berwawasan kerakyatan, keilmuan dan lingkungan

Kabinet FORESTECH 2012 yaitu “LINTAS BATAS”,  kami akan melintasi batas ketidakmungkinan menjadi kenyataan dan untuk menyalurkan bakat dan kreativitas anggota FORESTECH dalam berorganisasi, maka pada kepengurusan ini dibentuk 5 departemen, seperti yang terlihat di Struktur Pengurus Harian. Jargon yang kami usung yaitu “Ada sebuah Parodi, Pengembara yang ber Techno-inc naik Permadani dengan Dering Keras

Program kerja kami cukup banyak, program terdekat adalah Techno-Share (diskusi dengan pakar THH),

Techno-Break (diskusi dengan dosen THH),

Berkah FORESTECH (Bersama Keluarga Harmonis FORESTECH) kalian akan merasakan keharmonisan anak-anak THH yang sayang kalau dilewatkan,

Kunjungan Industri (KI). Kunjungan Industri merupakan kunjungan ke industri yang bergerak di bidang hasil hutan, baik kayu maupun non kayu dalam skala industri kecil hingga besar.

Acara lainnya yaitu seminar-seminar, PKM Challenge untuk meningkatkan minat penelitian, seperti kita ketahui THH adalah ladangnya inovasi PKM.

Kunjungan dan belajar bareng di laboratorium THH, latihan olahraga dan tari secara rutin, dan  Made by  FORESTECH (pameran hasil hutan).

Ohya, jangan lupa buka blog THH “forestechugm.wordpress.com

Salam LINTAS BATAS!!